Just For You [Part 2]

just-for-you

Title: Just For You [Part 2]

Length: Chaptered

Shoot: 2 of ?

Author: Joo aka indahberliana

Twitter: @indahberliana

Cast:

Choi Sookyung (OC)
Lee Donghae (SJ) as Lee Donghae
Choi Siwon (SJ) as Choi Siwon
Choi Sooyoung (SNSD) as Choi Sooyoung
Lee’s Family as Lee Donghae’s Family
Choi’s Family as Choi Sookyung and Choi Sooyoung’s Family
Eunhyuk (SJ) as Lee Hyuk Jae/ Eunhyuk
Jessica Jung (SNSD) as Sica/ Jung Sooyeon

Genre: Romance, Comedy, Family, Friendship (?)

Rating: PG+17

Disclaimer: Semua cast Super Junior oppadeul hanya milik Tuhan, eomma dan appanya, ELFs dan SM Entertainment. Begitu pula dengan Jessica Jung SNSD hanya milik Tuhan, keluarganya, SONEs dan SM Entertainment. Tapi jalan ceritanya PUNYAKU. Disini Siwon, Sooyoung seumuran ya, 22 tahun. Hargai kerja kerasku ini ya Chingudeul. Jangan diplagiat juga ya. Oh iya kalau ada kesamaan nama tokoh OC dan karakternya, aku nggak tahu apa apa.

A/N: adakah yang menanti FF ini? *penbanget*. Aku mohon sama kalian  untuk komen abis baca ffku dan ff author yang lain jugaa. Karena komentar sangat berarti untuk para author. Apalagi author baru kayak aku >_< . Maaf ya kalo ceritanya ngebosenin dan banyak typo. Jangan lupa komen ya biar aku bisa memperbaiki jalan ceritanya dengan bagus, menarik. Gamsa!

Author’s POV

Seusai makan malam dirumahnya, Donghae menatap wajah yeoja yang memakai jeans pensil biru tua dan tanktop hitam ditumpuk kemeja kotak kotak merah hitam dan yang lengannya dilipat tipat hingga sikut yang ada dihadapannya itu merasa brsalah. Apa ia tertalu keterlaluan waktu itu? Donghae menduga sepertinya Sookyung—yeoja yang ia tatap itu kesal padanya. Donghae akhirnya berniat untuk menyusul Sookyung yang sedang berjalan ke luar kediaman Lee.

“chamkkam!”

Langkah yeoja itupun terhenti didepan pintu rumah Donghae, membalikkan badannya agar melihat namja itu yang jaraknya sekitar 10 langkah darinya saat itu. lalu Sookyung pun menatapnya dingin.

“wae?” tanya Sookyung sambil melipat tangannya di depan perutnya.

“ani. Aku, hanya ingin minta maaf soal kejadian kemarin itu.” Donghae memperbesar langkahnya hingga berdiri tepat didepan Sookyung.

“….” Sookyung melirik Donghae dari bawah hingga atas. Ia tahu Donghae bersalah. Tapi entah kenapa lidahnya kelu untuk mengucapkan satu katapun.

“ya… kau ini. Jawablah permintaan maafku ini.”

“baiklah kumaafkan. Keundae, jika kau menyentuh bagian sensitifku lagi, kupastikan kau akan mati.” Sookyung menggerakkan tangannya ke depan lehernya, seolah-olah memotong lehernya.

*****

“anakmu, hyung. Dia menyentuh… aigoo! Aku tak tahan lagi! Nikahkan mereka berdua, hyung!”

“aku juga tak percaya ini. Anak itu benar-benar… sejak kapan anakku menjadi yadong begitu??” ucap Lee Donghyun. Donghyun, Myunghae, Jungsoo dan Siyoung mengintip kedua anak mereka di balik tembok ruang tv secara tak sengaja.

“entahlah, yeobo. Kemana Donghae-ku yang polos dan lugu itu….. aigoo.” Myunghae terlihat frustasi.

“secepatnya,”

“MWO?” Myunghae membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan suaminya. Begitu pula Siyoung dan Jungsoo.

“mau tunggu apa lagi? Mereka sudah dewasa. Lagipula, aku sudah tak sabar menimang cucu dari anakku itu.” Donghyung menggerakkan tangannya seperti menggendong bayi.

“aku juga!” teriak Myunghae dan Siyoung bersamaan.

“yaa! Hyung, kalau mereka dinikahkan secepat itu, dengan siapa aku bercanda ria? Bermain tebak-tebakan?” rutuk Jungsoo pura-pura sedih.

“kau ini! ‘Bermain’ saja dengan Siyoung-mu itu. aku masih sangat-sangat ingat, dulu kau ketahuan sonsaengnim menyimpan hal-hal berbau yadong di tasmu. Ckckck.” Gerutu Myunghae, mengingat kejadian ‘unik’ teman sekelasnya saat itu.

“YA!” Jungsoo melirik Siyoung khawatir, sementara yang dilirik hanya tersenyum malu sambil menundukkan kepala. “ani! Bukan begitu…”

“pantas saja saat kita berbulan madu, kau sangat semangat sekali. Dulu aku sangat polos, jadi tak tahu hal-hal itu.” potong Siyoung.

Myunghae dan Donghyun hanya tertawa melihat kedua sahabatnya itu.

****

Setelah kepulangan Sookyung dan keluarganya…

“MWO?”

“ne.”

“appa! Apa maksud appa??”

“appa tidak bermaksud apa-apa. Hanya saja ingin menimang cucu secepatnya.”

“tapi, karierku…”

“akan tetap berlanjut. Tak mungkin hanya karena menikah, kariermu berhenti. Bukan begitu, Lee Donghae?”

Donghae hanya duduk termangu di sofa ruang keluarga. Donghyun—appanya,dan Myunghae—eommanya, duduk berdampingan di seberang Donghae terduduk.

“tapi, mana mungkin aku menemukan pasangan hidupku secepat itu?”

“aku yakin, kau bisa menemukan pasangan hidupmu dalam sebulan. 2 minggupun bisa menurutku.” Appa Donghae sambil mengusap-usap dagunya yang bersih itu sambil menatap Donghae.

Donghae’s POV

Aku pusing, cukup pusing untuk menikah diumurku yang masih bisa dibilang untuk ‘have fun’ dulu. Arghhh. Aku melangkah ke kamarku yang berada di lantai 2, lalu berbaring diatas kasur single ku yang empuk. Aku berelaksasi sebentar. Aku tahu yang harus kuhubungi sekarang siapa. Yap, sahabatku, Eunhyuk.

Sookyung’s POV

“APA?? eomma! Aigoo! Jangan bercanda! Kumohon!” aku yang tengah berelaksasi di ranjang single ku ini langsung terduduk dari tidurku.

“ne, kau akan menikah. Bagaimana? Kau tak suka?” ucap eomma sambil memasang wajah kecewa padaku. Eomma yang duduk dihadapanku menatapku lalu menyelipkan helaian rambutku ke belakang telingaku.

neomu yeppeo, Sookyung-ah. kau sama sepertiku dulu.” Aku menatap eomma bingung, sepertinya eomma sedang flashback pada masa mudanya.

eomma do, Neomu yeppeo.” Aku tersenyum melihat eomma yang sudah tersenyum lagi. Ia tiba-tiba memelukku. Akupun bingung tak karuan.

“aku ingin kau segera menikah, tak maukah kau menikah muda? Jika anakmu sudah dewasa, kau masih berumur 47 tahun, seperti eomma sekarang. Eomma dan appamu ini menikah muda karena ingin menjalin cinta lebih dalam di ikatan pernikahan.” aku yakin mulutku sekarang sedang menganga lebar. Penjelasan yang rumit. Aku masih bingung. Menikah muda? Gila!

“aku benar-benar tidak punya pasangan , eomma. Eomma seolah-olah berbicara seperti itu kepada aku yang telah punya pacar. Eomma bagaimana sih? Eomma selah makan ya?” sejurus kemudian aku mendapatkan jitakan kecil dari eomma. Lali ia tertawa lalu memelukku.

“menikahlah, aku ingin kau menikah sebelum aku pergi.”

JLEB. Apa, maksud eomma…

“maksud eomma?”

“ani, aku hanya ingin melihatmu menikah secepatnya.”

“eh? Kenapa tidak Sooyoung eonni saja dulu yang menikah? Kenapa harus aku?”

“entahlah. Entah kenapa aku lebih suka kau menikah lebih dulu dibanding Sooyoung. Menikahlah.” Aku menatap eomma dalam-dalam, mencari kebenaran dari dua bola mata beliau. Apakah sebentar lagi eomma akan pergi selamanya dari hidupku? Aku tanpa sadar langsung memeluk eomma erat-erat. Aku merasakan eomma mengelus-elus rambut panjangku yang tergerai. Aku menangis di pelukannya. Entahlah mengapa…

“Sookyung-ah, kau kenapa?”

“aku tidak ingin eomma pergi!” aku mempererat pelukanku.

“maka dari itulah, buat orang tuamu bahagia dan eomma yakin, eomma dan appa akan bahagia di surga nanti jika memiliki anak penurut.”

“baiklah, aku akan menikah…” Tekadku bulat, tapi, aku… entahlah!

“tapi aku belum punya namja-chingu, eomma.”

“tenang saja”

Setelah eomma keluar dari kamarku, aku mengambil ponsel yang terletak di nakas, menghubungi Sica.

“Sica-ya..”

“wae?”

“aku akan menikah bulan depan…”

“MWO?” aku tahu pasti reaksinya seperti ini.

“eotteokhe?”

“chamkkam, kau bilang apa barusan? MENIKAH? JINJJA??”

“ne, dan yang lebih parahnya, aku belum punya namja chingu!”

Bisa kudengar dia tertawa di seberang sana, dasar. “mwo?? bagaimana bisa? Kau akan menikah tapi belum punya pasangan! Ani! Belum punya pacar malah! HAAHAHAHA” aku bersumpah kalau dia ada disini sekarang, kusumpal mulutnya itu dengan kaos kakiku.

“BERHENTI TERTAWA!! Aku butuh bantuanmu!”

“Apa yang harus kubantu?”

“kau, punya kenalan laki-laki tidak?”

“aku tak bisa menghitungnya.” Cih, disaat seperti ini dia masih bisa menyombongkan dirinya.

“kau ini!”

“ada, ada! Nanti akan kuhubungi kenalanku itu!”

“gomawo!”

Author’s POV

Sookyung sedang melamun sendirian di balkon kamarnya. Angin pagi yang sejuk itu membuat rasa bingungnya sedikit demi sedikit menguap. Ia juga memegang susu coklat hangat di mug putih bergambar Hello Kitty. Suara deringan ponselnya tiba-tiba mengganggu ketenangannya. Ia lalu mengambil ponselnya di nakas lalu menekan tombol hijau pada ponsel tersebut.

“yoboseyo…”

“Sookyung-ah, jam 4 sore, di cafe Handel&Greetel. Temannya kenalanku disitu juga menunggumu. Otte?” Jessica menelepon Sookyung setelah berdiskusi pada Eunhyuk yang juga lagi sibuk dengan ponselnya.

Sookyung’s POV

“Sookyung-ah, jam 4 sore, di cafe Handel&Greetel…..” kata-kata Jessica pagi tadi masih terngiang di telingaku. Bagaimana ya orangnya? Apakah dia tampan? Ah, eomma, jika tidak karena permohonanmu yang sudah seperti peringatan gunung akan meletus (?), aku tidak akan sepayah ini menemukan pacar. Huh.

Sekarang aku sudah lengkap dengan tanktop kuning dibalut dengan blazer hitam dan rok coklat bermotif bunga-bunga selutut yang tentu saja bukan punyaku. Melainkan punya Sooyoung eonni yang kuambil diam diam begitu saja. Rambutku juga kugerai. Ah, karena terlalu sering dikuncir, jadi bergelombang. Tapi lumayanlah.

Jam tanganku menunjukkan pukul 15.55. apakah namja itu sudah menungguku? Haduh, aku harus bagaimana ini? Kenapa aku gugup sekali? Aku yang sudah di depan pintu cafe yang disebutkan Jessica tadi, membuka pintunya lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru cafe ini. Lumayan ramai karena hari minggu mungkin. Tanpa disengaja, mataku bertemu dengan mata namja yang kukenal. Dia memakai headphone putih dan tampilannya casual. Kaos putih dibalut kemeja yang seluruh kancingnya terbuka. Aku menghampirinya.

“kau, kenapa ada disini?” tanyanya.

“justru aku yang menanyakannya. Kau kenapa ada disini?”

“menunggu seseorang.” Jawabnya sambil mengedarkan pandangannya ke jendela cafe disampingnya ia duduk.

“jinjja?” akupun duduk berhadapan dengannya. Dia hanya mengangguk pelan tanpa melepaskan pandangan dari jendela itu.

Akupun menggumam tandanya mengerti. “kalau kau, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya sambil melihatku.

“menunggu seseorang.” Jawabku tanpa melihatnya, karena aku sedang melihat menu kafe itu.

“jinjja?”

“eo.”

Drtttt. Tiba-tiba ponselku bergetar panjang. Tandanya ada panggilan masuk. Kurogoh saku blazerku dan mengangkat teleponnya.

“yeoboseyo? Wae, Sica-yah?”

“kau sudah bertemu kenalanku itu belum?”

“entahlah, aku juga bingung. Aku tak tahu dia yang mana.” Ucapku sambil mengedarkan pandanganku ke seluruh pengunjung kafe.

Drrrttt… kulihat Donghae merogoh ponselnya juga. Tapi aku takbisa mendengar percakapannya karena ada Sica—si cerewet sedang meneleponku.

“kata temanku sih, dia rambutnya coklat gelap. Terus dia memakai kemeja oranye muda. Apa kau sudah menemukannya? Coba lihat baik-baik.” Ku edarkan lagi pandanganku ke pengunjung cafe yang ada di belakangku, sampingku, dan dibelakang Donghae. Tidak ada.

“bagaimana bisa? Lihat baik-baik. Temanku bilang dia sudah ada di cafe itu.” aku edarkan lagi mataku dengan sabar dan ternyata aku baru sadar.

“MWOO?” aku dan Donghae berseru bersamaan.

Aku putuskan teleponnya dan mendapati Donghae juga mematikan sambungan teleponnya.

“jadi, yeoja yang dimaksud Eunhyuk itu kau??”

“jadi, namja yang dimaksud Jessica itu kau??”

“ANDWAEEE”

****

*FLASHBACK*

Di pagi hari yang sejuk, Jessica berjanjian dengan seseorang di pinggir Sungai Han untuk berjalan pagi. ia menjelikan matanya untuk mencari keberadaan orang itu. dan saat ia menemukan seseorang yang dicarinya, ia menyusul keberadaan orang itu. Seperti teman lama yang sudah lama tidak bertemu, Jessica memeluk orang itu. mereka dulu adalah teman satu SMA—sekolah Jessica sebelum pindah ke SMA yang ditempati Sookyung—yang  belum sempat bertemu beberapa bulan ini. Tapi mereka masih sering berkomunikasi.

“Eunhyuk-ah, kau sudah punya yeoja-chingu belum?” tanya Jessica pada Eunhyuk yang pagi ini berada di hadapannya selepas ia memeluk Eunhyuk.

“jadi kau menyuruhku bertemu di sini hanya ingin menanyakan ini?” tanya Eunhyuk yang memasang muka =_=”

“iya, sambil berolahraga pagi juga.” Jawab Jessica sambil memperlihatkan senyuman dengan gigi putihnya.

“aku sudah punya! Wae? Mau mencalonkan dirimu sebagai pacarku?”dusta  Eunhyuk yang  bermaksud menggoda Jessica. Jessica menjitak kepala temannya saat SMA ini.

“APPO!” teriak Eunhyuk. Sementara itu Jessica hanya menatapnya seolah-olah berkata “rasakan!”

“aku ini ingin memperkenalkanmu dengan sahabatku di kampus. Dia butuh pacar! Anhi! Dia butuh mempelai pria!” Jessica terkekeh pelan.

“mem… mempelai?”

“iya, dia bilang padaku orangtuanya mendesaknya untuk menikah, karena dia anak yang polos menurutku, dia mengiyakannya tanpa berpikir panjang mungkin. Dia tak menceritakan begitu detail padaku. Tapi kaunya malah sudah punya pacar. Yasudah deh batal.” Ungkap Jessica pada Eunhyuk yang masih berjogging pelan di sekitar sungai Han.

Jessica melirik Eunhyuk karena tidak ada yang meresponnya. “Ya! Eunhyuk-ah, kenapa kau diam seperti orang bodoh?”

“kejadian sahabatmu itu sama seperti kejadian sahabatku di kampus! Kenapa ada kejadian seperti ini ya?” ujar namja berambut merah itu tanpa menjawab perkataan Jessica.

“umm, sahabatmu itu siapa namanya?” tanya Jessica.

“Donghae. Lee Donghae,”

Jessica terkejut mendengar apa yang barusan dikatakan Eunhyuk.

“maksudmu.. Lee Donghae yang aktor itu? JINJJA?”

“eo! Kau tahu? Aku sekarang adalah manajernya hoho”

“bagaimana dengan sahabatmu itu? siapa namanya?” lanjutnya.

“…”

“YA!” teriak Eunhyuk. Jessica terbangun dari lamunannya seketika. “ah, umm, Choi Sookyung.” Jawabnya.

“kita jodohkan saja mereka! Eh kenapa aku malah semangat begini? Ah biarlah, mengalah sesekali juga tak apa-apa.”

“jodohkan?”

“iya! Kan ini kebetulan sekali!”

“baiklah! Ayo kita jodohkan sahabat kita! Yihiii!” seu Jessica tanpa sadar sambil mengangkat kedua tangannya semangat. Eunhyuk hanya melongo melihat Jessica bertingkah seperti tadi.

*end of FLASHBACK*

Donghae’s POV

Sudah cukup kau buat aku kesal, Lee Hyukjae! Setelah kalah taruhan, yeoja ini sasarannya. Dan sekarang???

“baiklah, ini bercanda kan?” Sookyung menaruh menu kafe sembarangan.

“aku juga tak percaya ini.”

“kau disuruh orangtuamu juga?” tanyaku.

“ne. Maka dari itu… akh! Kenapa eomma seperti itu siiih??”

“orangtua kita usil juga ternyata.” Ucapku spontan.

“sebenarnya, aku mengiyakan ini untuk membahagiakan orangtuaku. Tapi, aku… ah aku bingung mau bicara apa.”

“aku paham maksudmu. Jadi, kita akan menikah. itu maksudmu?”

“bukan! Aku juga tak bermaksud seperti itu. bagaimana denganmu?”

“baiklah, kurasa tak ada pilihan lain.”

Author’s POV

2 weeks later…

“eomma, appa, aku sudah menentukan pasangan hidupku.” Malam ini, Sookyung, berbicara serius dengan kedua orangtuanya di meja makan. Sooyoung mengernyitkan dahinya.

“Pasangan hidup?”

“ne, adikmu ini akan menikah sebentar lagi.”

“MWO? andwae! Tidak boleh terjadi! Masa dia melangkahiku?”

“kau ini, kau sudah punya pacar memang? Lagian eomma dan appa yang meminta adikmu ini menikah dini.”

Sooyoung yang mendengar perkataan appanya, meneguk ludah seketika. Dia tak bisa menjawab apa-apa.

“baiklah, kupikir kau dan namja-chingu mu itu sudah siap menikah. Yeobo, ayo kita tentukan tanggal pernikahannya!”

“eh? Kalian tidak bertanya siapa namja yang akan kunikahi nanti??” tanya Sookyung bingung—sangat bingung.

“kau tak perlu memberitahu kami.” Ucap eommanya sambil tersenyum. eomma dan appanya itu masuk ke kamar mereka dengan tawa puasnya.

*FLASHBACK*

Siang itu, restoran daging yang terkenal enaknya itu sangat ramai karena pas pada jam makan siang. Jessica dan Eunhyuk diundang oleh kedua orangtua Sookyung dan Donghae untuk makan siang bersama.

“jeongmal gomawo Jessica-ah! Eunhyuk-ah! kami berempat mungkin tak akan bisa sampai menyatukan mereka sampai sekarang! Jeongmal gomawo!” seru Myunghae—eomma Donghae, bersama suaminya, dan kedua orangtua Sookyung.

“cheonmanneyo, Ahjumma! Kami sangat senang mempersatukan mereka berdua. Begitu kan, Eunhyuk-ah?” ucap Jessica yang dibalas anggukan semangat dari Eunhyuk.

“ah dagingnya hampir hangus! Balikkan dagingnya!” seru Jessica pada Eunhyuk. Yang diikuti suara tertawa dari kedua orangtua pasangan Sookyung-Donghae itu.

“kalian serasi!” Seru Siyoung pada Jessica dan Eunhyuk yang sibuk bertengkar karena masalah daging.

“ye?” tanya Jessica kurang paham. Ia lalu menengok ke arah Eunhyuk yang sibuk lagi membolak-balikkan daging.

“jeongmal ahjumma?” kata Jessica seketika membuat Eunhyuk berhenti bernapas dan gerakan tangannya yang sedang membolak-balikkan daging, yang dibalas anggukan Siyoung.

“semoga begitu, ahjumma. Kekeke.” Lanjut Jessica sambil sibuk dengan dagingnya itu.

Hati Eunhyuk kembali mencelos.

*end of Flashback*

Siwon tak sabar menemui Sookyung. Ia merindukannya. Sebulan dia menghabiskan waktu di Taiwan untuk drama Taiwan yang dibintanginya. Iapun pergi ke rumah Sookyung. Namun ia hanya mendapati eomma Sookyung yang membukakan pintu untuknya.

“ahjumma, apakah ada Sookyung?” Siwon memulai pembicaraan pada eomma Sookyung setelah duduk di sofa ruang tamu.

“dia sedang pergi. Fitting dress.” Ucap eomma Sookyung singkat sambil tersenyum.

Siwon mengerutkan dahinya. “fit fitting dress?”

Eomma Sookyung menyadari bahwa Siwon kebingungan. “Ah kau belum tahu? Dia itu akan menikah! Aduh senangnya!”

Hati Siwon terasa ditusuk-tusuk oleh ribuan pedang tajam. Ia terkejut mendengar sesuatu yang tidak mungkin terjadi padanya.

Melihat wajah Siwon yang berubah drastis, eomma Sookyung jadi merasa bersalah, tapi ia akan tetap berpura-pura tidak tahu bahwa Siwon menyukai Sookyung.

“wae, Siwon-ah?”

“aniyeyo, ahjumma.”

****

“Hari pernikahanmu tiba!!! Sookyung-ah. kau tahu, sebenarnya, aku pernah suka dengan Donghae oppa!” seru Jessica yang memakai mini dress putih dengan rambut coklatnya yang tergerai saat sebelum upacara pernikahan dimulai.

“mwo? jeongmal?” Sookyung menanggapinya enteng.

“kau tidak marah? Huh, dasar. Kau kalau akting pandai sekali. Tapi kau tenang, sekarang aku sudah punya Eunhyuk oppa!”

“MWO?” serunya kaget.

“wae? Kenapa kau begitu kaget?” selidik Jessica.

“ani, Donghae hanya pernah bercerita tentangnya dan aku sebelumnya juga pernah bertemu dengannya.” Jelas Sookyung senang melihat sahabatnya akhirnya punya pasangan.

“Kau sudah siap, Sookyung-ah?” ucap seseorang yang tak lain ialah appa Sookyung.

“ah, ne.” Sookyungpun dibantu berjalan dengan Jessica karena gaun panjang itu menurutnya sangat merepotkan.

Sookyung’s POV

Aku-sangat-gugup. itulah yang dapat kukatakan sekarang. Disampingku sudah ada appa yang menggandeng tanganku menuju altar. Demi apapun yang ada di bumi ini, pernikahanku, dengan namja itu yang tak lain adalah Donghae. Kalian tau,  semenjak kami melakukan masa pendekatan, dia sangat jahil padaku! Dan dia benar-benar memuji dirinya bahwa dialah yang paling hebat. Gurauan macam apa itu.

Baiklah, fokus lagi terhadap pernikahanku ini. Pernikahan aneh!

Kemudian, appa melepaskan pegangan tanganku yang dingin. Lalu mengusapnya. “jangan tegang, ara? Jangan permalukan appa.” Appa tersenyum padaku. Akupun tersenyum gugup. Kini appa memberi tanganku pada namja itu. kulihat dia dari sepatu hitamnya yang mengkilat hingga rambutnya. Dia memakai tuxedo yang warnanya senada dengan gaun merepotkan yang kupakai kini. Broken white. Yah, kuakui, dia tampan.

Donghae tersenyum padaku. Astaga, senyuman polos bak anak kecil. Neomu kyeopta!

Dia meraih tanganku yang ku yang diberi appa tadi. Dia menggenggam tanganku. Pertama kalinya tanganku digenggam erat seperti ini. Rasanya, kehangatan tangannya yang menjalar ke seluruh tubuhku dapat membuat tanganku yang tadinya dingin menjadi hangat. Kami berdua berjalan ke altar berdampingan.

Dia mengucapkan janji suci sangat lancar. Aku terkagum-kagum melihatnya yang sedang gugup seperti ini. Ketika aku disuruh mengucapkan janji suci yang akan mengikat di pernikahan kami, akupun lumayan dilanda ketegangan saat itu. tapi genggaman tangan Donghae dapat membuat keteganganku hilang seketika.

Kami berdua sudah mengucapkannya dengan lancar.  “Silahkan cium pasanganmu.” Apa? Apa yang dibilang Pastur? Omo~ ciuman pertamaku…

Akupun membalikkan badanku, hingga kini aku berhadapan dengannya. Kurasakan kedua tangannya yang hangat memegang lenganku. Dia menundukkan kepalanya. “boleh kucuri ciuman pertamamu?” APA? Apa yang dia bilang barusan? Tahu dari mana dia? Dia bisa membaca pikiran orang??

Aku gugup! Oh Tuhan!

Tiba—tiba dia menarik bahuku dan dia menciumku! Kedinginan di ruangan pernikahan ini hilang ketika ia menciumku. Aku kaget ketika dia menggigit bibir bawahku. Apa yang harus kulakukan?

Aku hendak berbicara dengannya, tetapi dia malah memperdalam ciuman itu. kurasakan lidahnya… KYAA!

Donghae’s POV

“Ini, kuberikan kalian privasi! Otte? Kalian senang?” ujar eommaku sambil menepuk-nepuk… MWO?

“kalian mengusirku??” kulihat koper-koperku yang berada disamping eomma dan appa.

“kau tak usah berterima kasih padaku, cukup berikan kami cucu saja sudah cukup. Sana pergi ke apartemen kalian!” eomma… aku hendak menangis… aku menghampiri ketiga koper itu dan mendorongnya satu-satu dibantu dengan Sookyung yang masih memakai gaun ke dalam mobil.

“Oh ya, kau tadi…”

“apaa?” ucapku terdengar ‘menyedihkan’ sambil menyetir mobil. Kulihat dia mengerutkan dahinya.

“itu ciuman pertamaku, dan, itu sangat aneh”

Aku kaget, aneh katanya? Aku hanya menoleh padanya sekilas sambil mengerutkan dahi.

“kenapa kau sampai memasukkan lidahmu itu ke mulutku??” aku kaget mendengarnya. Jadi dia benar-benar baru pertama kali ciuman? Gila!

“kau ini”

“apaa? Aku sudah cukup gila memikirkan ciuman itu.”

Sookyung’ POV

Sesampainya di apartemen baru kami, yang terletak di lantai 12, cukup luas, kesannya natural, membuat kesan apartemennya luas. Aku memasuki kamar kami. Dan meletakkan koper-koper yang kami tarik tadi  di pojok kamar.

Aku pun keluar kamar dan mendapati Donghae sedang duduk di sofa hijau muda kami. Ternyata bukan duduk, ia tertidur. Aku baringkan kepalanya di lengan sofa dan meluruskan kakinya. Rambutnya yang coklat tua, kusentuh dan ku rapihkan. Matanya yang tertutup, hidungnya yang mancung, dan, bibirnya yang tipis. Astaga, apakah ini efek pubertas? Gila! Aku sudah terlalu tua untuk mengalami hal itu! kusentuh bibir tipisnya dengan ujung telunjuk kananku. Huwaa, kenapa aku jadi berdebar begini??

Aku pun tak mau kelewatan nekat, aku langsung menjauhkan badanku dari posisiku sebelumnya dan membangunkannya.

“Donghae-ah, ireonaa.”

“Hae-yaa. Ireonaaaa.” Akupun mulai mengguncang-guncangkan bahunya.

“hae-yaaa IREO….” dia menarik pinggangku! Dan sekarang aku berada di… atasnya.

“kau mau ‘menyerang’ku ya? kata Sooyoung, kau ini polos. Apakah ciuman di altar kurang memuaskanmu?” KAU GILA, LEE DONGHAE.

“MWO!!? Lepaskaan akuu!” rengeku yang masih di atasnya. Dia memegang pinggangku erat. Lalu dia mengelus rambutku sambil memelukku, posisi kami masih sama seperti yang tadi. Ya Tuhaan. Jantungku berdebar kencang sekali. Apakah terdengar olehnya? Oh Tuhan!!

“kurasa aku mulai menyukaimu. Kau bagaimana?” JLEB, kurasa jantungku akan meledak sebentar lagi.

“eo? Museun mariya?” kuyakin wajahku sudah memerah.

Dia tiba-tiba membalikkan posisiku yang tadinya diatas sekarang ada dibawahnya.

“lihat, mukamu memerah.” Dia menyentuh daguku. Aku tak bisa berkata apa-apa saat ini. Aku sungguh mau mati sekarang!

“bekas lukamu sudah hilang. Syukurlah.” Dia tersenyum melihatku. Senyumannya itu… “ah aku ngantuk.”

Dia tiba-tiba bangun dan menuju ke kamar kami. Aku terduduk dari posisiku sebelumnya. Aku memegang dadaku. Berdebar kencang sekali. Astaga, baru kali ini aku berdebar seperti ini. Bahkan sama Siwon—yang kusukai pun aku tak pernah kelewat berdebar seperti ini.

ASTAGA!

AKU… JATUH CINTA???

-TBC-

Eotte?? AAAKH aku sendiri bacanya senyam-senyum sendiri. Coba aku itu Sookyung #plak. Komennya aku butuh sekalii. Gomawo! *bow* 😀

Advertisements

2 thoughts on “Just For You [Part 2]

  1. Part 1-2 ceritanya bgs bgt… Lucu jg ya cara perjodohannya.. Si siwon kecewa bgt rasanya tau si Sookyung menikah. Lanjut ya thor, penasaran nieh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s