Just For You [Part 4]

just-for-you

Title: Just For You

Length: Chaptered

Shoot: 4 of ?

Author: Indah Berliana Fayen

Twitter: @indahberliana

Cast:

Choi Sookyung (OC)
Lee Donghae (SJ) as Lee Donghae
Choi Siwon (SJ) as Choi Siwon
Choi Sooyoung (SNSD) as Choi Sooyoung
Lee’s Family as Lee Donghae’s Family
Choi’s Family as Choi Sookyung and Choi Sooyoung’s Family
Eunhyuk (SJ) as Lee Hyuk Jae/ Eunhyuk
Jessica Jung (SNSD) as Sica/ Jung Sooyeon

Genre: Romance, Comedy, Family, Friendship (?)

Rating: PG+15

Disclaimer: Semua cast Super Junior oppadeul hanya milik Tuhan, eomma dan appanya, ELFs dan SM Entertainment. Begitu pula dengan Jessica Jung SNSD hanya milik Tuhan, keluarganya, SONEs dan SM Entertainment. Tapi jalan ceritanya PUNYAKU. Disini Siwon, Sooyoung seumuran ya, 22 tahun. Hargai kerja kerasku ini ya Chingudeul. Jangan diplagiat juga ya. Oh iya kalau ada kesamaan nama tokoh OC dan karakternya, aku nggak tahu apa apa.

A/N:  Annyeong! Joo kembali hadir dengan part 4. Apakah ada yang menunggu? #pengenbangetsih.  Dan kesalahan yang ada di part mohon dimaafkan yaa. Contohnya TYPO. Dan maaf kalo ceritanya masih nggak layak untuk dibaca. Komen ya setelah baca! Jangan jadi siders please. Enjoy!

****

[Part 1]   [Part 2]   [Part 3]

 

Donghae’s POV

“morning, istriku tercintaaaa!” aku memeluk Sookyung dari belakang yang sedang aski nonton tv di sofa hijau. Ku hirup aromanya yang sangat menggodaku. Kurasa ia  sudah mandi.

“hyaa!! Kau mengagetkanku lagi!” dia menggembungkan pipinya.

“kau baru bangun jam segini? Gila. Kau tak ada jadwal hari ini?” sambungnya sambil melihatku ke sampingnya yang menyusulnya duduk dengan balutan selimut. Aku langsung melihat ke arah jam dinding putih itu menunjukkan angka 8.

“eh? Lagipula kau tak membangunkanku! Aku tak tahu. Nanti aku akan menanyakannya pada Eunhyuk hyung. Sookyung-ah, poppo!”

Dia menolehkan kepalanya cepat ke arahku. “kau ini tiap hari mintanya itu terus. yang  tadi malam itu kurang memuaskanmu ya?” kalimat tanya yang satu ini membuat mataku melebar. Matanya yang sayu menatapku.

Aku menjadi salah tingkah melihatnya seperti itu. “keu..keundae, kan berbeda!” seruku pelan.

~CHUU~

EH??!

“sudah?”

Aku masih gelagapan, tak menyangka, menyuruhnya menciumku semudah membalikkan telapak tangan.

“kau belum memakai baju ya?” dia melihat tubuh bagian atasku yang masih polos.

Akupun menyengir kuda. Dia menyuruhku mandi. Aku, senang sekali!

Aku mendengar pnselku berbunyi. Ada panggilan masuk. Aku langsung mengambilnya dari nakas  di kamarku dan mengangkatnya.

****

“Hae-ya, kau ada jadwal menghadiri acara Strong Heart di SBS.” Eunhyuk hyung melihat tablet PC-nya yang duduk di sampingku di kursi penumpang disampingku yang sedang menyetir mobilku. Aku hanya bedeham mengiyakannya.

Drrrrrt.

Ponsel Eunhyuk hyung bergetar. Iapun mengangkat ponselnya itu.

“hyaaaa, Sica-yaa. Wae? Ada apa?”

“…………………..” aku tak tahu Jessica menjawab apa.

“ah, kau mau datang? Baiklah, kau ke sana saja. Aku tak bisa menjemputmu karena Donghae juga sedang buru-buru.”

“…”

“ah baiklah. Hati-hati chagi-yaa. Saranghaeee” telepon terputus. Cih, ‘chagi’? huh.

“Sica ingin ikut sebagai penonton di acara Strongheart nanti.”

Aku mengangguk mengerti. Lalu membuang mukaku ke arah jalanan dengan langit sore yang cerah, berkonsentrasi untuk menyetir.

****

 

Author’s POV

Setelah acara  Strongheart selesai, mereka bertiga—Eunhyuk, Jessica, dan Donghae, makan malam di restaurant yang lumayan ramai. Banyak yang memperhatikan mereka bertiga. tetapi mereka tetap santai dan tersenyum.

“Donghae oppa, tadi siang aku main ke apartemen kalian. Lalu mengajaknya jalan sebentar. Ketika dia di toilet, aku hendak mengambil ponselnya untuk iseng melihat-lihat isinya sebentar. Dan kau tau oppa….” ucap Jessica yang sengaja ia gantung. Donghae yang ada di hadapannya, menjeda makannya, lalu melanjutkannya kembali.

“mwo?”

“foto-foto dirimu! Astaga! Aku tak menyangka!!! Aku tertawa sampai perutku sakit!”

Donghae mendongakkan kepalanya menatap Jessica yang sedang tertawa hingga memukuli meja restoran itu pelan—saking ngakaknya. Donghae dan Eunhyuk yang duduk di sebelah Jessica menatapnya heran.

“iyakah? Aigoo, foto-fotoku sangat banyak di internet! Fansku saja pasti punya.” Donghae heran karena ia merasa belum pernah berfoto dengan istrinya.

“bukan, kurasa bukan foto yang ia ambil di internet. Di ranjang….”

Donghae membelalakkan matanya.

“nde???”

“aku tak bisa berhenti tertawa! Ekspresimu lucu! Ibu jarimu kau masukkan ke mulutmu. Kyaa! Aku sekarang benar-benar fansmu, oppa!!” seru Jessica membuat Eunhyuk murung.

“ya! kau jangan memandangnyaa! Pandangi aku sajaa!! Hanya suka padaku sajaa! Hanya jadi penggemarku sajaa!” rengek Eunhyuk manja.

“kau ini kenapa, oppa? kau sakit?”

hyung, memangnya kau entertainer? Punya penggemar katamu? Wuahahahaha”

“YA! awas kau Donghae!” Eunhyuk menggembungkan pipinya.

Ia jadi teringat dengan Sookyung.

“oh iya! ada lagi foto oppa yang sangat sangat membuatku melebarkan mata sampai Sookyung merebut ponselnya di tanganku!”

“foto? Foto apa?” tanya Eunhyuk penasaran.

“aku lihat tanggal kapan foto itu ia ambil. Dan ternyata tadi pagi!” seru Jessica.

Donghae melebarkan matanya seketika. “kau jelaskan saja intinyaa.” Pinta Eunhyuk

“oppa, kau… kemarin ‘bergulat’ dengannya ya?” ucap Jessica innocent. Eunhyuk yang sedari tadi memperhatikan kekasihnya itu menjelaskan sambil menyeruput lemon teanya , langsung tersedak dengan kalimat yang dilontarkan yeoja chingunya.

Donghae membuka mulutnya lebar tanda tak percaya bahwa gadis cantik di hadapannya itu bisa bicara sepolos itu.

Eunhyuk tertawa terbahak-bahak mendengar dan melihat mereka berdua.

“oppa… dia mengambil fotomu saat kau masih tidur. dia menjelaskannya padaku. Dan ada lagi! Salah satu dari foto yang kuceritakan padamu tadi, dia jadikan wallpaper ponselnya!”

Tanpa sadar Donghae melukiskan senyuman malu malunya.

****

Donghae dan Eunhyuk berjalan menuju mobil yang terparkir di luar restaurant yang barusan mereka kunjungi.

“Eunhyuk oppa!!!”

Eunhyuk segera membalikkan badannya. Dan ternyata itu Jessica.

“wae, Sica-ah?”

“tadi kan aku mengirim semua foto yang difoto Sookyung yang aku bicarakan tadi ke ponselku. Temani aku, oppa.”

“mwo? temani untuk apa?”

“untuk mencetak foto-foto tersebut!”

“nde??”

Jessica mengangguk-angguk childish. Dia merangkul lengan kanan Eunhyuk. Dan menatap Eunhyuk dengan puppy eyes-nya.

“baiklah.”

“yay! Gomawo oppa!” Jessica mencium kilat pipi kanan Eunhyuk. Eunhyuk menggerutu dalam hati bahwa dia dibuat terbang oleh ciuman kilat yang diberikan Jessica tadi.

Eunhyuk menghampiri Donghae untuk mengatakan sesuatu.

“Donghae-ah!” ia menghentikan gerakan Donghae yang saat itu hendak membuka pintu mobil di kursi kemudi.

Donghae melihatku. “waeyo, hyung?”

“hari ini aku tak pulang denganmu. Aku pulang dengan Jessica saja. Kebetulan dia juga bawa mobil.”

Donghae hanya mengangguk lalu membiarkan sepasang kekasih itu pergi meninggalkannya di mobil.

****

Donghae sedang di perjalanan untuk pulang, Donghae menghentikan dan memakirkan mobilnya di depan toko bunga. Lalu ia mengirim pesan singkat pada Sookyung.

To: Sookyung ❤
“Sookyung-ah…”

Semenit kemudian…

From: Sookyung<3
“Wae?”

“Astaga yeoja ini tak bisakah romantis sedikit??” gerutu Donghae dalam hati.

To: Sookyung<3
“bagaimana seharian kutinggal di apartemen?” ia bermaksud untuk menggoda Sookyung.

From: Sookyung<3
“biasa saja. Tak ada yang berubah. Bisa kubilang sangat menyenangkan. Jessica tadi datang kesini, bahkan setelah Sica, ada Siwon menemaniku seharian di apartemen sampai sekarang ini. ”

Donghae membacanya begitu… kaget. Bagaimana bisa seorang namja menemani seorang yeoja yang sudah bersuami seharian???

Donghae membalas sms dengan begitu cuek. Ia terlihat tak cemburu.

To: Sookyung<3
“HAHA… ara, ara.”

Donghae sudah menunggu lama sms masuk dari Sookyung. Tapi nihil. Tak ada sms masuk dari Sookyung. Ia lalu turun dari mobil dan melangkahkan kaki menuju pintu masuk toko bunga tersebut. Ia membeli sebuah buket bunga yang penuh dengan warna cerah. Di sepanjang jalan menuju apartemen, Donghae hanya tersenyum-senyum sendiri melihat buket bunga itu di kursi penumpang disampingnya. Ia begitu menunggu malam hari ini.

****

Sookyung’s POV

Sudah kukirim balasan sms untuk Donghae. Kenapa ia ingin sekali aku kesepian di apartemen ini? Untungnya tadi ada Sica dan sekarang, ada Siwon yang menemaniku hingga saat ini. Biarlah, agar dia merasa cemburu.  Eh, tapi kenapa Siwon punya begitu banyak waktu senggang ya? padahal dia adalah aktor terkenal. Aku jadi  bingung sendiri, dia menemaniku seharian disini.

“Kyung-ah! Lihat-lihat! Ini drama trailer drama korea baruku! Bagaimana?” Siwon menyeru dari ruang keluarga. Ia menunjukkan trailer drama barunya padaku sambil menunjuk telunjuknya ke arah TV.

Akupun menghampirinya dan duduk di sebelahnya di sofa hijau. Aku melihat trailer itu. Siwon sangat tampan di situ. Aku menengok sekilas padanya lalu kembali dengan trailer drama barunya. Aku terkejut! Di drama itu Siwon mencium tokoh utama wanitanya. Omo! Kenapa aku jadi salah tingkah begini?

“wae, Kyung-ah?” akupun hanya menggeleng-gelengkan kepalaku dan tertawa aneh.

Mungkin karena dia menyadari apa yang kulihat barusan, dia… memegang kedua bahuku.

“kau cemburu?”

Aku membelakakkan mataku lebar lebar. Bagaimana bisa dia berbicara seperti ini sedangkan aku sudah bersuami?? Aku langsung menjitak kepalanya.

“Appo!” dia mengusap-usap kepalanya yang sakit.

“kau ini masih saja sama seperti dulu. Ya~! aku ini sudah punya suami. Aigoo. Lagipula, untuk apa aku cemburu padamu??”

“aih, baiklah baiklah. Eh iya. aku menyukaimu!”

MWO? APA YANG DIA BILANG BARUSAN? Telingaku tak salah dengar kan??

“kau ini bercanda”

“ani! Aku tidak bercanda!”

“ya~! kau ini apa-apaan sih?”

“AKU MENCINTAIMU CHOI SOOKYUNG! Sejak kita masih kecil dulu!!”

Aku melihat sorot matanya lirih, dia begitu… sangat terlambat untuk menyatakan 3 kata itu. dia menundukkan kepalanya seperti orang yang menyerah. seketika dia mendongakkan kepalanya, menarik daguku lalu menciumnya, melumatnya. Air mataku kini sudah menetes. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Karena memang aku sedikit cemburu dengan adegan tadi. Seketika aku teringat dengan kata-kataku pada Donghae tadi malam bahwa aku juga mencintai Donghae. Langsung kuhentikan ciuman itu, aku mendorong Siwon agar menjauh dari wajahku.

“kau… sangat terlambat Choi Siwon…” ucapku lirih.

“apa? Ter… terlambat?”

“ya. kau sangat terlambat. Kenapa kau tak mengatakan ini dari dulu?! YA! padahal aku sudah menunggunya bertahun-tahun! BERTAHUN-TAHUN CHOI SIWON!” tangisku pecah seketika.

“Ber… tahun tahun?”

“YA! bertahun tahun aku menunggumu untuk mengatakan 3 kata itu! tapi kau sudah terlambat! Sekarang aku sudah resmi menjadi milik Lee Donghae!”

“tidak, aku tidak terlambat! Kau tidak suka padanya kan, Kyung-ah? iyakan?”

Aku menyeka  air mataku yang mengucur deras di pipiku.

“aku terlanjur…”

“terlanjur apa?!”

Dia memegang kedua bahuku lalu mengguncang-guncangnya. Tak ada reaksi apapun dariku.

“Choi Sookyung! KAU TIDAK MENYUKAINYA KAN? MARHAEBWA! KATAKAN PADAKU! APA MAKSUDMU TERLANJUR HAH?”

****

Author’s POV

“Choi Sookyung! KAU TIDAK MENYUKAINYA KAN? MARHAEBWA! KATAKAN PADAKU! APA MAKSUDMU TERLANJUR HAH?”

BRUKKK!

Seorang namja bersetelan semi jas hitam itu mendorong Siwon lalu menonjoknya.

“HENTIKAN! KUMOHON!” Sookyung berteriak agar kedua namja itu berhenti saling memukul.

“Jangan pernah kau sentuh wanita milik orang lain, Choi Siwon!” desis Lee Donghae menatap Siwon yang wajahnya sudah penuh lebam akibat pukulan darinya.

“tidak. Aku tak akan menyerah. Aku yakin Sookyung tak mencintaimu. Buktinya saat aku menciumnya, melumatnya pun ia tak ada reaksi sama sekali, tidak menghentikannya. Hah.” Desis Siwon sedikit berbohong.

Donghae kaget, tangannya yang hendak menghantam wajah Siwon berhenti di udara. Dengan kesempatan ini Siwon kembali menghajar wajah Donghae dan memukulnya.

“HENTIKAN! CHOI SIWON! LEE DONGHAE! HENTIKAAN!!!!!!!!” teriak Sookyung. Sookyung tak tahan lagi, ia berani masuk ke pertengkaran kedua namja itu. menjauhi mereka satu sama lain. Dan akhirnya berhasil.

“KALIAN GILA!”

“Donghae-ah. jangan dengarkan Siwon! Dia berbohong! Aku langsung mendorongnya ketika ia menciumku. Dia menciumku paksa!” Sookyung berusaha menjelaskan semuanya pada Donghae sambil memegang tangan kanannya.

“lepaskan!” ia sedih ketika mendapat respon begitu dari suaminya sendiri. Dia membuang tangan Sookyung dari tangannya. Pedih sekali. Lalu ia pergi ke kamar kami dan menutup pintu dengan keras.

“Hae-ah!” teriak Sookyung. Blam.

Sekarang, di ruangan ini hanya ada Sookyung dan Siwon.

“PUAS KAU SEKARANG CHOI SIWON????!!!! PERGI KAU! PERGI!”

“SOOKYUNG!”

“PERGI!!!!!!!”  Sookyung menariknya hingga depan pintu apartemennya.

“PERGI KAU DAN JANGAN TEMUI AKU LAGI!!!”

“Sookyung….”

BLAM. Suara pintu yang ia banting keras. Ia menyenderkan tubuhnya pada pintu, lalu merosot  ke bawah. Ia melekukkan lututnya lalu memeluknya, ia juga menenggelamkan wajahnya ke lututnya. Ia menangis terisak isak.

“Kenapa harus begini? Apa salahku? Aku memang pernah menyukai Siwon, tapi sekarang aku hanya mencintai Donghae! Kenapa ya Tuhaan!!???” isaknya dalam hati.

Sementara Siwon, dia menggerutu kesal. Lalu mengacak-acak rambutnya frustasi.

Tetapi, ia langsung tersenyum bangga. Entah apa artinya itu. ia langsung pergi, keluar dari gedung apartemen itu dengan wajah penuh lebam ke suatu tempat.

****

Sementara Donghae sedang dilanda kebingungan yang begitu besar. Ia bingung. Sangat bingung. Kenapa Siwon sampai bertindak jauh seperti itu. menciumnya dan melumat bibir istrinya? Bahkan Sookyung mengakuinya bahwa Siwon menciumnya. Ia mengacak rambutnya frustasi.

Ponsel Donghae bergetar. Ia langsung menekan tombol hijau ponselnya.

****

Donghae keluar dari kamar, melihat Sookyung menenggelamkan wajahnya di lututnya dan bersandarkan pintu apartemen mereka. Lalu mendengar suara isakan tangis istrinya. Ia sedih, ia tak tahu harus berbuat apa lagi.

“Sookyung-ah…” Donghae yang berdiri membuat Sookyung mengangkat kepalanya untuk menatap Donghae yang sekarang sudah berhadapan dengannya.

“Donghae-ah, kumohon..” katanya dengan wajah yang basah karena air mata.

“kumohon, saat ini, biarkan aku sendirian di apartemen ini. Kau pergilah ke tempat yang kau sukai.” Seusai Donghae mengatakan itu pada Sookyung, ia membalikkan badannya dan masuk ke kamarnya lagi.

“Hae-ya…” isak Sookyung terdengar menyedihkan.

Setelah masuk kamarnya, ia menelepon seseorang.

****

“Sookyung-ah…”

“wae, Sica-ah?” jawabnya di telepon masih dengan isakannya.

“Ya~! kau kenapa? Kau menangis??”

“ani…”

YA! Kotjimal!

“Sica-ah, apa yang harus kulakukan?” isaknya yang masih berada di depan pintu apartemennya.

“baiklah, sekarang kutunggu kau di parkiran gedung apartemenmu. Oke? Cepatlah.”

Sookyung segera menaiki lift dan turun di lantai 1. Ia menuju ke parkiran yang Sica maksud.

****

Sookyung’s POV

Aku sekarang sudah berada di mobil Sica. Aku mengusap mataku yang mungkin sudah bengkak dan merah.

Saat di perjalanan, Sica menelepon seseorang.

“Sudah. Sekarang kau. Oke. Baik. Ne.” Ucapnya ditelepon.

“Siapa itu?” tanyaku padanya yang masih menyetir mobil.

“ani, bukan siapa-siapa.”

****

Gimana? Ada yang penasaran tidak? Disini aku bikin konfliknya rumit. Mian aku bikin endingnya ngegantung begini. JEONGMAL MIANHAEYO!! Mohon komen & like nya yaa 😀

*bow*

Advertisements

One thought on “Just For You [Part 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s